Beranda HEADLINE Ini Penjelasan Direktur Armada Pasca KM. Bukit Raya Nabrak Karang Neneh

Ini Penjelasan Direktur Armada Pasca KM. Bukit Raya Nabrak Karang Neneh

64

NATUNA,KepriKabarDaerah.com-Terkait Kandasnya pada Kapal Angkutan penumpang KM. Bukit Raya dikarang Neneh, Direktur Armada PT Pelni Tukul Harsono Angkat bicara dengan menggelar Koferensi Pers Bersama Awak Media  Natuna,bertempat dirumah Makan Gerai Ranai, Jum’at (25/5/2018).

Dalam kesempatan tersebut Harsono mengatakan, Mengenai Kandasnya Kapal KM. Bukit Raya diperairan Natuna, hal tersebut merupakan tanggung jawab kami. “sehubungan banyaknya berita mengenai Kandasnya KM. Bukit Raya dimedia Sosial (Medsos) demikian saya akan meluruskannya lagi”Terang Harsono.

“Terkait KM Bukit Raya sebelumnya mengalami kandas di karang Neneh perairan Sedanau pada tanggal 18 Mei lalu, hingga menyebabkan kebocoran, Kandasnya KM Bukit Raya ini dikarnakan terjadinya Human Error atau kelalaian pada Nakhoda Kapal sndiri”Jelas Harsono.

Lanjut Harsono menerangkan, Dari Kejadian tersebut 13 Kompartemen (ruang sekat kapal) terdapat kebocoran pada 2 Kompartemen, namun tidak mengenai bagian mesin maupun pada kopartemen lainnya sehingga di nilai kerusakan hanya mencapai 18 persen saja.

Lanjunya lagi, Hingga saat KM Bukit Raya masih dalam perbaikan di bagian 2 Komparteman Kapal yang bocor pada koordinat 03º 42’ 02” N – 107º 55’ 607” E dan diperkirakan perbaikan tersebut akan memakan waktu 3 hari kedepan sebelum berlayar tujuan Lampung guna dok darurat.

“Untuk Sementara Kapten Kapal dengan kesalahanya,  akan diberikan sanksi tegas akibat kelalaian yang di buatnya, menunggu keputusan dari sidang Mahkamah Pelayaran, Kapten Kapal Surat Izin mengemudi (SIM) kita cabut selama tiga bulan (3) bulan”tegas Harsono.

Disela-sela menjawab pertanyaan Para Awak Media, Arsono juga memaparkan terkait minimnya Rambu-rambu Kapal di beberapa titik Selat, diharapakan agar pemerintah daerah terkait bisa memasangnya, agar tidak terjadi hal-hal yang di inginkan lagi.

Untuk menindak lanjuti hal tersebut, Komite Nasional Keselamatan Transfortasi (KNKT) masih mngumpulkan bukti-bukti dilapangan, guna mengatahui akibat dari kandasnya KM. Bukit Raya.

(OKY)