FRN, Kaltim, Kabar Daerah.com. Hubungan antara sosok Agus Flores dan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah bukanlah kisah yang muncul secara tiba-tiba. Kedekatan itu telah terjalin sejak lama, bahkan sejak masa kepemimpinan Dedy Prasetyo ketika menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Tengah, Jumat (06/03/2026).
Pada masa itu, sejumlah tokoh masyarakat Dayak mulai mengenal Agus Flores sebagai pribadi yang berani namun tetap rendah hati. Karakter yang tegas tetapi bersahaja membuat namanya cepat dikenal di kalangan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah.
Bagi sebagian tokoh adat dan masyarakat Dayak, Agus Flores bukan hanya dikenal sebagai seorang tokoh dari luar daerah. Ia juga dikenal sebagai cucu dari seorang polisi bernama Andrias Ade yang berasal dari Flores. Latar belakang itu justru semakin memperkaya cerita tentang sosoknya di mata masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan, Agus Flores dinilai memiliki sikap yang mudah bergaul, tidak menjaga jarak, dan mampu berkomunikasi dengan siapa saja. Hal itu membuat masyarakat Dayak merasa dihargai dan diperlakukan dengan penuh kehangatan.
Kedekatan tersebut juga terlihat ketika masyarakat Dayak Kalimantan Tengah berkunjung ke Jakarta. Banyak di antara mereka mengaku pernah bertemu langsung dan berdiskusi dengan Agus Flores.
Pertemuan itu bahkan berlangsung di kantornya yang berada di kawasan elit Plaza Indonesia, salah satu pusat aktivitas di jantung ibu kota.
Bagi masyarakat Dayak yang datang dari daerah, sambutan yang diberikan Agus Flores menjadi pengalaman yang berkesan. Mereka mengaku disambut dengan hangat, penuh senyuman, dan diajak berdialog tanpa sekat.
“Ketika kami datang ke Jakarta, beliau menyambut kami dengan sangat baik. Kami diajak berbincang dan berdiskusi seperti keluarga sendiri,” ujar salah satu tokoh masyarakat Dayak Kalimantan Tengah.
Menurutnya, sikap Agus Flores yang terbuka dan tidak menunjukkan kesombongan membuat masyarakat Dayak merasa dihargai.
Di tengah berbagai dinamika sosial dan komunikasi publik yang sering kali keras, Agus Flores justru dikenal oleh masyarakat Dayak sebagai figur penyejuk.
Red.







Discussion about this post