Karimun, Kabar Daerah.com. Protes masyarakat didampingi oleh BPD Desa Buluh Patah mendatangi kantor desa untuk mempertanyakan atas kelalaian Pengelolaan Cabang PLN yang ada di Rt.01/Rw.02 .Desa Buluh Patah, Kecamatan Sugei Besar, Kabupaten Karimun, Jum’at (14/08/2026).
Masyarakat mengeluhkan kondisi aliran listrik di wilayah mereka yang telah lama padam, dan telah memakan waktu selama 3 (Tiga) hari lamanya, hanya disebabkan kerusakan mesin ringan, namun terkesan tidak di tanggapin dengan serius oleh Kordinator yang bertanggung jawab di desa tersebut. Sehingga aktivitas warga pun menjadi terganggu.
Kepala Desa Buluh Patah, Syahri S. Tr., mengatakan pada awak media ini bahwa, kedatangan masyarakat ke kantor desa mempertanyakan tentang kerusakan mesin PLN yang rusak, dan yang ditugaskan PLN di Desa Buluh Patah untuk cepat mengatasi kerusakan mesin tersebut.
Tidak hanya itu. Menurut kades, melihat dari kinerja para petugas tersebut terkesan lambat, dan mereka sepertinya tidak kompeten dalam penanganannya, yang anehnya lagi sampai Aki Starter pun sering terjadi tekor.
“Diketahui bahwa Kordinator atau Penanggung jawab lapangan PLN Desa Buluh Patah sdr. Zainal sering tidak ada ditempat sesuai tugas dan tanggung jawabnya, seharusnya dia harus stanby ditempat, ini malah pulang ke kampungnya,” tutur Kades Sahrin.
“Masyarakat sangat menyesalkan dan muak dengan dilema pengelolaan PLN yang ada di Desa Buluh Patah yang telah merugikan masyarakat desa. Karena tanpa Sumber Listrik semuanya akan terhambat, hingga omset di bidang ekonomi masyarakat mengalami penurunan,” tegasnya.
“Akibat aliran listrik padam, dan memakan waktu lama sehingga, pekerjaan masyarakat sering terhambat,” tambah Sahrin.
Sementara itu, Manager PLN ULP Tanjung Batu Kundur, Dalie Priamoro saat diminta komentarnya menjelaskan kepada media, bahwa terjadinya pemadaman listrik ada gangguan di Genset, dan Tim sudah berada di sana untuk memperbaiki mesin tersebut.
“Diperkirakan hari ini jumat 14/8/27 sekitar pukul 17.00 Wib mesinnya sudah aktif kembali, kita Do’akan agar tidak ada kendala yang lain, diharapkan pada masyarakat bersabar dalam menunggu perbaikan,” harap Dalie Priamoro.
Syahrul.








Discussion about this post