Karimun, Kabar Daerah.com. PT TIMAH (Persero) tidak hanya ditandai dengan aktivitas perusahaan, tetapi juga melalui serangkaian program pemberdayaan masyarakat yang menyasar di sektor ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, dan pelestarian lingkungan, bertempat Sawang Laut Kecamatan Kundur Utara, Selasa (21/07/2026).
Berbagai program yang dijalankan secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian masyarakat desa melalui penguatan potensi lokal.
Dalam kesempatan itu Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal mengatakan, perusahaan telah berkontribusi dalam mendukung berbagai agenda pembangunan desa serta kegiatan masyarakat.
Menurutnya, manfaat dari sejumlah program yang dijalankan dapat dirasakan secara langsung oleh warga, baik dalam peningkatan aktivitas ekonomi maupun pembangunan fasilitas yang mendukung kehidupan masyarakat.
PT TIMAH memberi dukungan atas pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Desa Sawang Laut yang diikuti 64 peserta. Bagi pemerintah desa. “Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ucapnya.
“Alhamdulillah, PT TIMAH turut mendukung pembangunan Gerbang Tanjak atau Simpang Tanjak yang kini menjadi salah satu ikon baru Desa Sawang Laut. Bangunan yang mengusung ornamen tanjak khas Melayu itu dibangun sebagai simbol identitas budaya masyarakat setempat,” ucap Jefrizal.
Selain menjadi identitas desa, keberadaan gerbang tersebut kini juga dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik. Dan akan menjadi sektor pemberdayaan ekonomi. Perusahaan melanjutkan Program Berlian Kundur sebagai pengembangan dari Program BERLIAN dan mencakup berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui budidaya ikan kakap putih, pembibitan mangrove, budidaya sayuran hidroponik, pengembangan usaha mikro terasi, serta sekolah sadar iklim.
Pelaksanaan program melibatkan sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu, Kelompok Lanjut Lestari yang mengembangkan usaha terasi, Kelompok Lanjut Bestari di bidang hidroponik, serta kelompok-kelompok masyarakat lainnya yang menjadi sasaran pemberdayaan.
Pada 2025, cakupan program diperluas dengan penambahan budidaya ayam pedaging melalui Kelompok Unggas Sejahtera serta pengelolaan bank sampah oleh Kelompok Lanjut Berseri.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas sumber pendapatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan.
Ketua Pokdakan Tuah Bersatu, Amran, mengisahkan kelompoknya mulai merintis budidaya kakap putih sejak 2022.
Dukungan berupa pendampingan, pelatihan, serta penyediaan sarana budidaya mulai diterima pada 2023 melalui program perusahaan yang bekerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam.
Menurut Amran, kelompoknya sebelumnya hanya mengenal budidaya kakap putih dari berbagai informasi yang diperoleh melalui media. Setelah mendapatkan pembinaan dan pelatihan teknis, mereka mulai memiliki keberanian untuk mengembangkan usaha budidaya secara mandiri.
“Dalam perjalanannya, usaha tersebut menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan teknis, tingginya harga pakan pabrikan, kebutuhan operasional yang tidak sedikit, hingga kondisi cuaca yang memengaruhi produktivitas. Meski demikian, kelompok tetap berupaya mempertahan,” tutup Amran.
Syahrul.








Discussion about this post