Kabar Daerah.com. Karimun. PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pelatihan kelompok Bank Sampah Lanjut Berseri di Dusun I, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Selasa (09/06/2026).
Melalui program ini, PT TIMAH bersama masyarakat berupaya mengedukasi warga agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan memilah dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Dalam kesempatan itu, Ketua Bank Sampah Lanjut Berseri, Dedi, mengatakan kelompok bank sampah yang baru berdiri kurang dari satu tahun ini dibentuk untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah tidak selalu berakhir menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi, diantaranya, seperti botol plastik dan kemasan bekas masih memiliki nilai jual jika dipilah dan dikelola dengan baik.
Bank Sampah Lanjut Berseri dikelola oleh lima orang pengurus dan membuka layanan setiap Kamis dan Sabtu, dan program ini juga menyasar di kalangan pelajar salah satunya, siswa SD Negeri 009 Sawang Laut. Melalui program tersebut, para siswa diajak mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomis untuk ditabung dan ditukarkan dengan perlengkapan sekolah.
Menurutnya, Dedi, edukasi pengelolaan sampah menjadi langkah penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat ekonomi dari sampah yang dihasilkan sehari-hari. Sampah yang terkumpul masih dijual kepada pengepul karena keterbatasan sarana pengolahan. Namun demikian, keberadaan bank sampah telah memberikan dampak positif dalam membangun kebiasaan baru di masyarakat.
“Memang saat ini kami belum memiliki alat pencacah atau fasilitas pengolahan. Namun yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat terlebih dahulu bahwa sampah harus dipilah dan tidak dibuang sembarangan. Dedi menilai PT TIMAH memiliki peran besar dalam mengembangkan bank sampah dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tegasnya.
“PT TIMAH sangat membantu, baik dalam pembangunan sarana awal maupun pelatihan. Dengan adanya pendampingan ini, masyarakat mulai memahami bahwa sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata bisa memberikan manfaat dan nilai ekonomi,” ucap Dedi.
“Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah mulai memilah sampah dari rumah. Kesadaran ini terus kami bangun agar pengelolaan sampah menjadi budaya yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Syahrul.







Discussion about this post