FRN, Bali, Kabar Daerah.com. Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon, Raden Mas Agus Flores, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memantau isu peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bali sejak bulan April 2026 silam. Hal ini bermula dari pernyataan Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E., yang menyoroti maraknya peredaran barang haram tersebut di Pulau Dewata, Kamis (28/05/2025).
Menurut Agus, saat itu dirinya masih disibukkan dengan pengawasan kasus tambang ilegal yang menjadi keluhan Gubernur Sulawesi Tengah. Namun, setelah persoalan tambang tersebut mulai tertangani dan dibersihkan atas perintah Kapolri, perhatiannya sepenuhnya beralih ke permasalahan yang ada di Bali.
“Hari Rabu kami menerima laporan dari masyarakat. Kamis, kami segera menyusun Laporan Informasi (LI) bersama Sekretaris Jenderal dan Wakil Ketua Umum organisasi. Hari Jumat laporan itu kami serahkan ke pihak berwenang. Kebetulan saat itu Jumat masuk masa libur panjang, sehingga baru hari Senin, Menteri Imipas Jenderal Pol. Drs. H. Agus Andrianto, S.H., bersama Kepala BNN Pusat Komjen Pol. Suyudi A. Seto, mulai bergerak bertindak,” ungkap Agus Flores saat berdiskusi dengan sejumlah wartawan di kediamannya, Rabu (27/5).
Agus menuturkan, proses penindakan berjalan sangat cepat, hanya berselang 3 hari sejak laporan disusun. Pihak Kementerian Imipas dan BNN Pusat tidak berpikir panjang dan langsung turun tangan membersihkan jaringan narkoba di dalam Lapas Bali, mulai dari penyusupan inteligen hingga ke tahap penyergapan.
Langkah cepat ini diambil Agus lantaran ia tidak ingin melihat dua pimpinan tinggi tersebut mendapatkan sorotan tajam atau kritikan dari Komisi III DPR RI terkait maraknya peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Sempat terpikir untuk datang langsung ke Bali. Namun, saya sadar saya memiliki hubungan dekat dengan Pak Menteri dan Kepala BNN. Daripada jauh-jauh ke sana, lebih baik saya sampaikan lewat laporan resmi saja. Alhamdulillah, kedua tokoh ini menanggapi dengan sangat serius dan langsung bertindak tanpa menunda waktu,” tegasnya.
Berkat ketegasan dan kecepatan langkah yang diambil oleh Menteri Agus Andrianto dan Komjen Suyudi A. Seto, peredaran narkoba di Lapas Bali kini berhasil diredam. Agus pun mengapresiasi kerja keras keduanya, yang menurutnya sudah membalas kepercayaan masyarakat. Bahkan, kehebatan dan kinerja nyata kedua Jenderal tersebut kini menuai pujian luas dari masyarakat Bali.
Di akhir pernyataannya, Agus Flores yang akrab disapa “Turunan Bangsawan Merakyat” ini memberikan pesan tentang makna kesetiaan dan dukungan. Menurutnya, dukungan nyata bukanlah sekadar ucapan, melainkan tindakan yang membantu kinerja aparat berprestasi tanpa mengharapkan pamrih.
“Saya sudah lelah dengan sikap yang malah memperkeruh suasana bagi para Jenderal. Tapi jika kita mendukung dan membantu mereka berprestasi, itulah yang akan membuat kita dihargai dan dikenang seumur hidup. Kalau mau loyal, jangan cuma pakai mulut, tapi bertindaklah membantu mereka berprestasi tanpa pamrih,” pungkas Agus.
Red.







Discussion about this post