Jambi, Kabar Daerah.com. Sulitnya masyarakat beberapa Desa di Kecamatan Renah Pamenang, dan Kecamatan Bangko mendapatkan Gas LPG subsidi 3 Kg, di setiap Pangkalan, ini akibat kurangnya sosialisasi dan kerjasama antara Pihak Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Merangin ke setiap Kecamatan dan Desa serta jajaran RT/RW. Ini hasil himpunan informasi yang didapatkan dari beberapa Desa di kabupaten Merangin khususnya Kecamatan Renah Pamenang dan kecamatan Bangko dan kutipan informasi dari beberapa Perangkat Desa di setiap Desa, Minggu (24/05/2025).
Lemahnya koordinasi pemerintahan daerah dalam menangani pemasokan Gas Subsidi membuat langkah-langkah Pelaku nakal Gas LPG punya kesempatan, leluasa bergerak dalam membuat harga ke masyarakat, hingga tidak stabil dan rentan HET dari Rp.25.000,- boleh mencapai sampai harga Rp.50.000,’/ tabung bila sudah langkah keberadaannya.
Ketika awak media menyambangi beberapa Kades seperti Kades Sungai Kapas, Plt A’an Drantony, Kades Bukit Bungkul, Cecep Supriadi, Kades Tambang Emas, Juarno. Mereka mengatakan bahwa sosialisasi dari bapak Kadis Andrie Fransusman, S.STP. belum pernah ada dalam jangka waktu lama ini.
“Mereka kurang mendalami bahwa sebagai tugas Kades ikut dalam pengawasan jalannya pasokan Gas LPG subsidi ke warga, belum terealisasi karena belum ada sosialisasi dari bapak ‘Kadis Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian'”.
“Dan sidak yang telah dilakukan pihak Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian’ hanya sekali pada tahun 2018. Info yang dihimpun dari telepon bapak Kadis, dan belum juga ada peng-upgrade-an data agen pemasok Gas” hingga berita ini dipublikasikan.
Dan pantauan dilapangan beberapa pangkalan mengatakan bahwa, gas masuk sekali seminggu, dan jumlah pangkalan per desa tidak berbanding dengan jumlah KK setiap desa. Seperti Desa Bukit Bungkul jumlah kepala keluarga 1065, penduduk 4095, di kutip dari Data penduduk desa. Jumlah Pangkalan LPG subsidi di Bukit Bungkul info dari masyarakat mengatakan, berjumlah 5 Pangkalan, dan Gas LPG dipasok tidak mencukupi, tidak berbanding dengan jumlah penduduk. Dan ditambah ruwet nya lagi, yakni “kenakalan para pangkalan yang tidak jujur, yakni gas masuk dari depan keluar dari pintu belakang, berkoordinasi dengan pihak pengecer dan warung”.
“Gas ada pak pada kami pak, cuma harga Rp.30.000,-/tabung, sebab kami juga sudah membeli ke pangkalan Rp.25.000,-/ tabung,” tutur orang warung.
Perihal ini lah membuat Redaksi Kabar Daerah.com.Kepri menyambangi bapak Kadis, Andrie Fransusman, S.STP. ke kantor nya dalam 2 hari berturut- turut, tetapi jawaban dari staff dan beliau sendiri menyatakan Beliau berada di luar Kota, lewat Chat WA. Beliau tidak mau memberikan nama perusahaan agen penyalur LPG subsidi kepada Redaksi Kabar Daerah.com.Kepri. Terindikasi menghalang-halangi informasi untuk bahan publikasi berita.
Diduga ada kerja sama antara pihak Kadis dan Agen Penyalur BBM, hingga nama perusahaan disembunyikan kepada Redaksi Kabar Daerah.com. Kepri, diduga untuk menyembunyikan sesuatu dalam jalan nya pasokan Gas subsidi.
Selaku pak Kadis yang berwenang penuh dalam pengawasan penyaluran LPG subsidi ke warga, seyogyanya membantu memberikan data informasi yang berhubungan dengan pemasokan Gas ke pihak berkompeten seperti awak media untuk mempermudah masyarakat mendapatkan info yang akurat, terkait Gas Subsidi.
Masyarakat dan Desa berharap agar Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian turun kelapangan, dalam sosialisasi dan bukan hanya bekerja didepan meja kantor.
Harga HET di spanduk pangkalan berbeda dengan harga HET terucap bapak Kadis. Spanduk pangkalan tertulis RP 18.200,- sementara HET dari suara bapak Kadis terucap Rp 17.000,- /tabung.
Red.








Discussion about this post